4.29.2009

Apa Manfaatnya Bagiku

Memori ini mencoba untuk mengingat-ingat apa yang telah di input beberapa tahun yang silam. Namun nampaknya memori ini sudah tidak terlalu kuat untuk mengingatnya kembali secara sempurna. Sehingga, apa yang telah di baca itu sudah tidak mampu lagi dijelaskan secara detail seperti apa yang telah didapatkan sebelumnya. Tapi, tak apalah. Kalaupun tidak semua bisa di input, paling tidak ada yang tersave dan bisa jadi apa yang tersimpan ini dapat memberi manfaat yang besar dalam aktivitas keseharian pribadi juga memberikan manfaat buat mereka yang rakus akan perbaikan jalan kehidupan yang berliku. Menjadikan hari-hari terlewati dengan manfaat yang cukup menjanjikan sebagai pengganti atas ketidak gunaan yang dilakukan sebelumnya serta sebagai cadangan manakala ada ketidakmanfaatan yang dilakukan dimasa depan. Karena tidak ada seorangpun yang merasa bebas dari ketidakmanfaatan dimasa yang akan datang. Tidak ada seorangpun yang dapat menjamin akan kehidupannya diera yang akan datang.
Buku yang saya baca itu adalah Quantum Learning. Buku ini merupakan salah satu buku yang memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai metode-metode yang harus dilakukan dalam proses belajar. Metode yang diajarkan ini adalah metode yang sudah dapat dibuktikan secara langsung sehingga secara nyata. Apa yang disampaikan kepada pembaca buku ini dapat diibaratkan seperti sebuah tutorial yang pembaca dapat langsung mengaplikasikannya. Namun rupanya untuk hal seperti ini tidak semudah membaaikan telapak tangan. Metode-metode yang diajarkan membutuhkan keseriusan dan ketekunan untuk melakukannya. Orang yang tidak memiliki kesabaran yang tinggi akan kesusahan untuk menjalankan tutorial yang disampaikannya.
Diantara isi buku tersebut adalah apa yang biasa dikenal dengan istilah ambak. Apa manfaatnya bagiku?. Sebuah pertanyaan yang mesti dijawab oleh setiap orang yang melakukan aktivitas. Setiap orang yang ingin mencapai kesuksesan dalam memperbaiki jalan kehidupannya. Sebuah pertanyaan yang singkat, namun juga memberikan pengaruh yang besar buat mereka yang memahami akan urgensi pertanyaan ini. Apa manfaatnya bagiku tatkala saya melakukan ini atau itu? Pertanyaan ini jika dipahami dengan benar, maka setiap orang akan melewati hari-harinya dengan manfaat. Karena tatkala dihadapkan pada sebuah aktivitas, jiwa kembali bertanya “Kalau saya kerjakan ini, apakah akan memberikan manfaat bagiku”? “Apakah apa yang saya lakukan ini dapat menjamin kehidupanku lebih baik”? Kalau ia, maka sayapun harus bersemangat untuk mengerjakannya. Karena ada efek kabaikan yang akan didapatkan setelahnya. Namun jika pertanyaan ini rupanya menghasilkan jawaban tidak ada manfaat, maka orang tersebut akan meninggalkan perbuatan tersebut dan menggantikannya dengan sesuatu yang bermanfaat karena dia sadar bahwa tidak ada gunanya mempertahankan perbutan yang ternyata tidak memberikan manfaat. Tidak ada gunanya melewati hari-hari tanpa manfaat yang dihasilkan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Inilah konsekuensi dari pertanyaan Ambak (apa manfaatnya bagiku). Kehati-hatian dalam melakukan sesuatu akan nampak dalam diri mereka. Karena sadar bahwa melakukan sesuatu yang tidak memberi manfaat adalah sebuah kesia-siaan. Sedangkan melakukan sesuatu yang memberikan manfaat adalah sebuah keberuntungan. Hari-harinya terlewati dengan senantiasa bersemangat melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Demikian juga halnya dengan orang yang belajar. Orang yang menerapkan metode AMBAK ini dalam proses belajarnya akan menjadi sadar bahwa belajar adalah sebuah kebutuhan. Dan belajar merupakan sesuatu yang wajib untuk dilaksanakan karena besarnya manfaat yang didapatkan oleh orang yang belajar. Sehingga dia akan senantiasa bersemangat untuk belajar. Seorang siswa IPS, dihadapkan pada keinginan untuk belajar mata pelajaran IPA. Nah,… Sebelum dia melakukannya, maka dia harus memunculkan pertanyaan dalam dirinya. Apa manfaatnya bagiku belajar IPA? Padahal IPA bukan bagian dari kebutuhan saya. Setelah dirinci sendiri akan manfaat atau tidaknya belajar IPA ini, maka siswa IPS ini kemudian mengambil kesimpulan bahwa daripada saya belajar IPA sementara pelajaran ini tidak muncul dalam ujian mata pelajaran IPS, maka lebih baik belajar akuntansi daripada IPA karena akuntansi merupakan mata pelajaran ujian. Demikian juga siswa IPA yang ingin belajar IPS harus mempertimbangkan akan manfaat atau tidak manfaatnya belajar IPS itu saat ini. Walaupun pelajaran-pelajaran ini semuanya berguna, namun dengan memperhatikan akan kebutuhan-kebutuhan saat ini, maka seorang pelajar yang baik lebih mendahulukan untuk menjalankan aktifitas yang dibutuhkan saat ini ketimbang aktifitas yang dibutuhkan dimasa yang akan datang. Orang yang belajar tidak akan rugi. Kecuali apa yang dipelajarinya adalah sesuatu yang mengarah kepada hal yang buruk. Namun kitapun mesti harus memperhatikan akan kebutuhan akan pelajaran itu disaat ini. Nah… Kalau misalnya kebutuhan saat ini sudah terpenuhi, maka menjalankan aktivitas belajar lain tidak jadi masalah asalkan aktivitas itupun memberikan manfaat baginya.Ini merupakan sebuah contoh sederhana yang menguraikan seputar masalah AMBAK dalam kehidupan anak sekolahan. Dan masih banyak contoh-contoh lain yang bisa kita arahkan semisal terkait dengan masalah pertimbangan akan kemanfaatan (maslahat dan mudharat) dalam setiap perjalanan kehidupan setiap manusia.
Ada satu hal yang rupanya saat ini kurang dimiliki oleh kebanyakan orang dinegeri ini. Buktinya adalah banyak orang disekitar kita yang sulit untuk menerima kenyataan yang mereka dapatkan. Ketika mereka mendapatkan masalah yang membuat mereka harus menelan kepahitan dengannya, rupanya banyak yang stress. Sebagian lagi sampai pada tahap gila akibat kepahitan yang mereka dapatkan. Padahal, apa yang mereka lakukan itu adalah bagian dari apa yang telah rencanakan. Bahkan perencanaan yang sangat matang. Kalau tidak matang perencanaan dan pertimbangannya, tentu saja mereka tidak akan berani untuk melakukan apa yang mereka rencanakan itu. Contoh misalnya adalah banyaknya para calon legislatif saat ini yang stress akibat tidak lolos menuju kursi legislatif. Bahkan sampai pada tahap bunuh diri akibat kenyataan pahit yang mereka dapatkan. Bukankah ini akibat dari ketidakpuasan dan ketidak beranian untuk menerima kenyataan yang ada? Maka orang yang seperti ini disebabkan karena apa yang mereka rencanakan dan ingin mereka lakukan tidak mempertimbangkan AMBAK. Kalau sekiranya mereka mempertimbangkan masalah Ambak ini, tentu saja mereka tidak akan sampai pada tahap stress bahkan bunuh diri ini. Ini adalah fenomena yang terjadi ketika tidak ada kesiapan diri untuk menerima kenyataan. Berapa banyak manusia didunia ini yang sangat pusing ketika mendapatkan kenyataan-kenyataan yang tidak baik. Berapa banyak manusia yang bunuh diri karena kenyataan pahit. Di Jepang, demikian banyak orang yang bunuh diri (harakiri) setiap tahun karena ketidaksiapan diri menerima kepahitan hidup. Demikian juga di negeri ini, sudah berapa banyak orang yang bunuh diri akibat kenyataan pahit yang menimpa mereka.

4.28.2009

Bentuk Serangan Musuh Islam

Musuh-musuh Islam, tidak akan pernah berhenti untuk menyerang dan menghansurkan kaum muslimin sampai kaum muslimin itu masuk kedalam ajaran mereka. Atau kalau tidak masuk dalam ajaran mereka, maka penindasan secara fisik akan senantiasa dilakukan oleh mereka yang memusuhi ad-dien Islam ini. Yakni dari kalangan yahudi dan nashrani. Sebagaimana ha ini telah di firmankan oleh Allah subhanahu wata’ala dalam al Qur’an surat Al Baqarah ayat 120:

Artinya: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

Firman Allah ini memberikan gambaran kepada kita kaum muslimin bahwa musuh-musuh islam dari kalangan Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah berhenti untuk melakukan penyerangan kepada kaum muslimin. Mereka tidak akan pernah puas untuk melakukan invasi-invasi kepada kaum muslimin walaupun mereka telah mengetahui bahwasanya mereka tidak akan pernah sanggup untuk menghancurkan Islam, seberapa besarpun kekuatan mereka. Dan mereka akan terus berusaha untuk melakukan aksinya tersebut sampai akhir zaman. Alhasil, usaha-usaha yang mereka lakukan itu memberikan hasil yang cukup memilukan dimana banyak kaum muslimin saat ini tertipu dengan apa yang mereka bawa. Telah berapa banyak kaum muslimin yang murtad akibat serangan mereka tersebut. Telah berapa banyak pula nyawa kaum muslimin yang melayang akibat kebiadaban dan kebengisan mereka tersebut. Dengan bangga mereka melakukan semua ini, sementara disisi lain mereka menyebarkan isu-isu kontroversional yang pada hakikatnya sesungguhnya adalah untuk menyerang kaum muslimin itu sendiri. Berbagai isu-isu internasional telah mereka telorkan yang bertujuan untuk menurunkan citra islam dan kaum muslimin didunia pada umumnya. Dan isu-isu yang mereka kemukakan baik lewat media massa maupun media elektronik ini diterima dengan mudah oleh kaum muslimin itu sendiri, sehingga serangan-serangan musuh-musuh islam ini dianggap sebagai sesuatu yang benar adanya oleh kaum muslimin itu sendiri. Sungguh sangat menyedihkan. Permainan media yang mereka kuasai memberikan pengaruh yang besar pula terhadap pemahaman orang islam terhadap islam itu sendiri dari sisi isu-isu yang mereka telorakan. Penyerangan terhadap pola pemikiran kaum muslimin juga menjadi salah satu upaya mereka dalam menghancurkan kaum muslimin. Berbagai produk-produk pemikiran yang telah musuh islam rencanakan ini telah berimbas pula pada pemahaman umat islam terhadap islam itu sendiri. Lagi-lagi, seolah-olah tanpa salah musuh islam terus berusaha untuk menfitnah islam dan menampilaknannya dalam citra yang buruk melalui media-media yang mereka kuasai sendiri. Berdasarkan beberapa pemahaman yang dikemukakan diatas, maka kita dapat membagi bentuk serangan-serangan musuh islam terhadap umat islam dalam 4 bagian sebagai berikut:

  1. Penyerangan dari sisi Agama
  2. Penyerangan dari sisi ekonomi
  3. Penyerangan dari sisi Militer
  4. Penyerangan terhadap Otak (Pemikiran kaum Muslimin)




Kisah Ashabul Ukhdud

Orang-orang yang bersabar, telah membuktikan keberhasilannya didalam sejarah kehidupan manusia. Sampai-sampai, kesabaran mereka dalam menghadapi gelombang penyiksaan dari orang-orang yang menginginkan agar mereka keluar dari agama Allah di puji oleh Allah dan digambarkan di dalam FirmanNya Al Qur'an. Siksaan demi siksaan mereka dapatkan. Namun mereka tetap bersabar dengannya. Karena keimanan yang teguh kepada Allah telah terpatri dalam jiwa mereka. Diantara kisah itu adalah kisah yang disebutkan dalam Al Qur'an Surat Al Buruj ayat 4-6 tentang Kisah Ash-Shaabul Ukhdud. Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak kisah berikut, kisah yang langsung diceritakan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dari Sahabat Shuhaib radhiallahu'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
"Ada seorang raja yang hidup pada masa sebelum kalian, dia mempunyai seorang ahli sihir. Ketika usia ahli sihir menginjak masa tua, dia berkata kepada raja.
"Sesungguhnya saya telah memasuki masa tua, maka utuslah salah seorang anak muda kepadaku untuk saya ajarkan kepadanya sihir"
Maka diutuslah seorang anak muda untuk belajar sihir kepadanya. Dan dalam perjalanan menuju rumah ahli sihir, pemuda itu melewati tempat tinggal seorang rahib. Maka diapun duduk ditempat itu untuk mendengarkan pembicaraan sang rahib. Sehingga setiap kali pemuda itu menuju rumah ahli sihir, dia pasti melewati tempat tinggal sang rahib dan dan duduk didalamnya untuk mendengarkan nasehat sang rahib.
Akibatnya, dia terlambat datang ketempat ahli sihir dan mendapatkan hukuman. Maka anak muda itu mengadukan peristiwa yang menimpanya kepada sang rahib. Sang rahib berkata,: “Jika engkau ditanya sebab keterlambatanmu dan takut dipukul tukang sihir, katakan saja padanya, “Aku terlambat karena urusan keluargaku”. Dan jika kamu khawatir dengan keluargamu, maka katakanlah, “Aku terlambat karena belajar dengan tukang sihir”.
Kejadian itu terus berlangsung, sampai suatu hari sang pemuda berhadapan dengan seekor binatang melata besar yang menghalangi jalan manusia. Berkata pemuda itu,:
"Hari ini aku akan mengetahui apakah perintah tukang sihir atau sang rahib yang lebih utama”. Setelah itu ia mengambil batu dan berkata berkata, “Ya Allah, jika perintah rahib lebih engkau cintai dan ridhai daripada tukang sihir maka matikanlah binatang ini, sehingga manusia dapat berjalan kembali”.
Selanjutnya anak muda itu melempar binatang buas dengan menggunakan batu yang dia pegang dan terbunuhlah binatang itu. Kemudian pemuda itu menemui rahib dan menceritakan seluruh peristiwa yang dia alami. Maka berkata sang Rahib :
"Wahai anakku, hari ini engkau telah mendapatkan keutamaan melebihi diriku. Aku telah melihat peristiwa besar yang menimpamu, dan sesungguhnya engkau akan menemui ujian iman. Maka apabila engkau mendapatkan ujian dan siksaan yang berat, maka janganlah engkau sebutkan diriku."
Dikemudian hari, anak muda itu mampu menyembuhkan orang-orang yang mengalami kebutaan sejak lahir dan orang-orang yang mengalami penyakit sopak, serta menyembuhkan semua penyakit yang diderita oleh penduduk. Peristiwa ini didengar oleh salah seorang teman akrab raja. Orang itu mengalami kebutaan dan kemudian mendatangi sang pemuda dan membawa berbagai macam hadiah. Dia berkata kepada sang pemuda:
"Semua hadiah ini akan aku berikan kepadamu, apabila engkau berhasi menyembuhkan penyakitku".
Sang pemuda menjawab:
"Sesungguhnya aku tidak mampu menyembuhkan seorang manusia pun. Akan tetapi Allah sajalah yang memberikan kesembuhan. Maka apabila engkau beriman kepada Allah, aku akan memohon KepadaNya agar memberikan kesembuhan kepadamu."
Selanjutnya, teman akrab raja itupun beriman kepada Allah dan diberikan olehNya kesembuhan. Dan kemudian dia segera menghadap sang raja sebagaimana biasa.
"Siapakah yang mampu menyembuhkan penglihatanmu?" Tanya sang raja.
Orang itu menjawab:
"Rabb Sang Penciptaku yang telah mengembalikan penglihatanku".
"Apakah engkau meyakini ada Rabb Sang Pencipta selain diriku?" Tanya sang raja
Lelaki itu menjawab:
"Rabb penciptaku dan penciptamu adalah Allah saja".
Mendengar jawaban itu, sang raja segera menangkapnya dan terus menerus menyiksanya sehingga terpaksa orang itu menceritakan perihal anak muda (yang mampu menyembuhkan penyakitnya-red). Sehingga sang pemuda dibawa menghadap sang raja, maka bertanyalah sang raja kepadanya:
"Wahai anakku, apakah kemampuan sihirmu sangat hebat, sehingga engkau mampu menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan menyembuhkan sopak serta penyakit-penyakit lain?"
Anak muda itu berkata:
"Aku tidak mampu memberikan kesembuhan kepada seorangpun, akan tetapi yang memberikan kesembuhan itu hanyalah Allah saja".
Mendengar jawaban itu, sang raja segera menangkap dan terus-menerus menyiksanya sehingga sang pemuda terpaksa menceritakan perihal rahib (yang telah mengajarkan keimanan kepada Allah-red). Maka, didatangkanlah sang rahib dan diperintahkan kepadanya,
“Keluarlah dari agamamu.” Si rahib menolak.
Raja itu minta dibawakan sebuah gergaji, lalu diletakkan di atas kepala si rahib dan mulailah kepala itu digergaji hingga terbelah dua. Kemudian diseret pula teman duduk raja tersebut, dan dipaksa pula untuk kembali murtad dari keyakinannya. Tapi dia menolak. Akhirnya kepalanya digergaji hingga terbelah dua.
Kemudian pemuda itu dihadapkan kepada raja dan dikatakan kepadanya:
“Keluarlah kamu dari keyakinanmu.”
Pemuda itu menolak. sehingga dia diserahkan kepada prajuritnya kemudian berkata kepada mereka:
“Bawa dia ke gunung ini dan itu, dan naiklah. Kalau kalian sudah sampai di puncak, kalau dia mau beriman (bawa pulang). Kalau dia tidak mau, lemparkan dia dari atas.”
Merekapun membawa pemuda itu ke gunung yang ditunjuk. Si pemudapun berdoa:
“Ya Allah, jagalah diriku dari kejahatan mereka sesuai dengan kehendakMu”
Seketika gunung itu bergetar dan merekapun terpelanting jatuh. Pemuda itu datang berjalan kaki menemui sang raja. Raja itu berkata:
“Apa yang dilakukan para pengawalmu itu?”
Kata si pemuda:
“Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkanku dari mereka.”
Kemudian raja itu menyerahkan si pemuda kepada beberapa orang lalu berkata:
“Bawa dia dengan perahu ke tengah laut. Kalau dia mau keluar dari keyakinannya, (bawa pulang), kalau tidak lemparkan dia ke laut.”
Merekapun membawanya. Si pemuda berdoa lagi:
“Ya Allah, jagalah diriku dari kejahatan mereka sesuai dengan kehendakMu” Perahu itu karam dan mereka pun tenggelam. Sedangkan si pemuda berjalan dengan tenang menemui sang raja.
Raja itu berkata:
“Apa yang dilakukan para pengawalmu itu?”
Kata si pemuda:
“Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkanku dari mereka.”
Lalu si pemuda melanjutkan:
“Sesungguhnya engkau tidak akan dapat membunuhku sampai engkau melakukan apa yang kuperintahkan.” Sang raja bertanya: “Apa itu?”
Kata si pemuda: “Kau kumpulkan seluruh manusia di satu tempat, kau salib aku di sebatang pohon dan ambil sebatang panah dari kantung panahku kemudian letakkan pada sebuah busur lalu ucapkanlah: ‘Bismillah Rabbil ghulam’ (Dengan nama Allah, Rabb si pemuda), dan tembaklah aku dengan panah tersebut. Kalau engkau melakukannya niscaya engkau akan dapat membunuhku.”
Raja itupun mengumpulkan seluruh manusia di satu tempat dan menyalib si pemuda, kemudian mengeluarkan anak panah dari kantung si pemuda lalu meletakkannya pada sebuah busur dan berkata:
“Bismillahi Rabbil ghulam”,
Kemudian dia melepaskan panah itu dan tepat mengenai pelipis si pemuda. Darah mengucur dan si pemuda segera meletakkan tangannya di pelipis itu dan diapun tewas. Serta merta rakyat banyak yang melihatnya segera berkata:
“Kami beriman kepada Rabb si pemuda. Kami beriman kepada Rabb si pemuda. Kami beriman kepada Rabb si pemuda.”
Raja itupun didatangi pengikutnya dan diceritakan kepadanya:
“Apakah anda sudah melihat, apa yang anda khawatirkan, demi Allah sudah terjadi. Orang banyak sudah beriman (kepada Allah).”
Lalu raja itu memerintahkan agar menggali parit-parit besar dan menyalakan api di dalamnya. Raja itu berkata:
“Siapa yang tidak mau keluar dari keyakinannya, bakarlah hidup-hidup dalam parit itu. (Atau: ceburkan ke dalamnya).”
Para prajurit pun menjalankan perintah sang Raja. Sehingga terdapat seorang wanita yang digiring di pinggir parit, sedangkan dia menggendong anak yang masih kecil. Ketika sampai diparit, dia merasa ragu untuk menyeburkan diri kedalamnya. Maka tiba-tiba sang anak berkata kepada ibunya:
"Wahai Ibunda, bersabarlah. Sesungguhnya engkau berada diatas keyakinan yang benar.
(Hadits shahih riwayat Imam Muslim. Kitabuz Zuhd war Raqaaiq no: 5327)

Postingan ini saya kutip di www.asysyariah.com dan buku yang berjudul; Setangguh Pribadi Nabi.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com