Kisah ini terjadi sekitar hampir 5 tahun yang lalu ketika saya masih duduk di semester II Jurusan Fisika FMIPA Unhalu. Disemester II, salah satu MK yang saya program adalah BHS Inggris Sains II yang merupakan kelanjutan dari BHS Inggris Sains I. Jujur saya katakan, sampai saat ini saya belum lancar dalam berbahasa inggris.
Ceritanya seperti ini.
Saat itu, setelah beberapa kali pertemuan pak Dosen memberikan tugas Persentase Bahasa Inggris yang berkaitan dengan masalah Fisika. Pada pertemuan selanjutnya akan dilakukan persentase. Kami diberikan kebebasan untuk memilih teman kelompok. Karena saya sudah memiliki sahabat-sahabat akrab, maka saya bersama sahabat membentuk satu kelompok tersendiri. Kelompok kami ini sebenarnya bukan kelompok belajar melainkan kelompok persahabatan yang kami namakan waktu itu dengan "ASAS". Asas ini merupakan kependekan dari nama-nama kami, sebanyak 4 orang. Seperti biasa, ketika sedang berkumpul bersama, tidak ada aktivtas yang lebih banyak selain bercerita, bercanda dan melakukan hal-hal yang sedikit gunanya. Akibatnya, sampai tiba waktunya persentase, kami belum memiliki konsep apa-apa. Teman-teman yang lain pada sibuk mempersiapkan diri untuk persentase tersebut. Akan tetapi beda dengan kami. KAmi belum memiliki konsep apa-apa sementara waktu belajar sudah akan sampai beberapa saat lagi. Saat itu kami berpikir bahwa kalau kami tidak persentase hari ini pasti pertemuan yang akan datang akan persentase. Namun pemikiran seperti itu buyar setelah melihat semua kelompok kecuali kami sudah siap untuk persentase. Otomatis, kami juga harus tampil. Maka masing-masing kamipun memutar otak bagaimana caranya agar kami bisa persentase. (Wallahu'alam apakah waktu itu teman-teman saya juga berpikir atau tidak). Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya saya mendapatkan sebuah ide yang semoga ini tidak terulang lagi dalam kehidupan saya.
Kebetulan, diangkatan saya ada juga seorang teman yang merokoknya "ngeri". Setelah saya infokan kepada sahabat-sahabat saya bahwa ide saya saat itu adalah Bahaya Rokok Terhadap Kesehatan. Maka kami menanyakan kepada rekan tersebut apakah dia memiliki sebatang Rokok atau tidak. Ternyata ada. Maka kamipun meyakinkan diri untuk mempersentasekan bahaya Rokok bagi kesehatan. Karena persentase ini harus disertai dengan demonstrasi, maka kamipun harus mendemonstrasikan ide kami. Kamipun membagi tugas. Saya bertugas menjelaskan bahaya rokok bagi kesehatan, salah seorang merokok karena waktu itu memang dia kadang-kadang merokok, satu menyalahkan apinya dan yang satunya lagi, maaf sudah lupa. Persentasepun dimulai. Rokok pun di bakar dan berhembuslah asap rokok dalam ruangan itu. Dengan penuh percaya diri, saya dan salah seorang teman saya menjelaskan secara ringkas mengenai pengaruh rokok dan arahan kepada rekan-rekan untuk "No Smooking". Dengan gaya dan mimik yang menggelikkan, hampir semua teman-teman yang ada tertawa. Bahkan ada yang terbahak-bahak. Dan yang lebih hebatnya lagi, sang dosen yang sebelumnya sangat jarang tertawa bahkan tersenyum susah, kita saksikan tersenyum sambil tertawa melihat aksi kami yang memang saat itu kocak. Akhirnya, tugas persentasepun selesai dan kami tidak sepusing teman-teman lain yang harus mempersiapkan alat peraga mereka kemudian mempersentasekannya dalam bahasa inggris setelah beberapa hari menyiapkannya. Satu tugas berakhir setelah memikirkan secara dadakan.
"Terkadang manusia menjadi cerdas ketika mereka diberikan tanggung jawab"


0 komentar:
Posting Komentar