Ahad, 16 Agustus 2009
Kembali, pagi mulai datang. Membangunkan manusia untuk beraktivitas seperti biasanya. Manusia kembali dituntut untuk mengikuti alur perjalanan hari. Entah hari itu terlewatkan dengan santai, dengan serius maupun dengan biasa-biasa saja. Yang pasti, pagi telah datang dan pagi hari ini pasti tidak sama dengan pagi kemarin. Begitulah hari-hari berganti.
Suasana pagi di kota kendari, terutama di sekitar kampus cukup cerah. Sinar matahari pagi yang biasa menemani perjalanan dipagi hari, yang biasa memancarkan cahayanya dipagi hari, yang kadang disambut dengan ceria cahayanya oleh mereka yang aktivitas hari-harinya sebagai pedagang, sebagai siswa maupun mahasiswa, bahkan sebagian para pegawai kantoran karena mereka tidak akan kehujanan menuju lokasi mereka melaksanakan kewajibannya terhalang oleh awan kumulus. Karena hari ini adalah hari libur, maka aktivitas sebagian orangpun menjadi tidak sesibuk hari biasanya. Para pegawai kantoran tidak lagi menuju kantor untuk melaksanakan tugasnya, para mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah semester pendek tentu saja tidak kekampus, terlebih lagi para pelajar SD, SMP dan SMA. Hari libur adalah hari yang menyenangkan buat kaum pelajar. Dimana mereka mulai pagi sampai sore bahkan malam hari bisa berkumpul ria bersama teman-teman, terlebih lagi bersama keluarga. Namun, pagi ini adalah hari yang beda dengan kami, yang tergabung dengan Ormas. Karena hari ini ada rencana rihlah (rekreasi) yang dirangkaikan dengan konsolidasi pengurus. Kebanyakan dari pengurus pasti pagi ini dilewati dengan mempersiapkan hal-hal yang perlu dibawah ditempat rekreasi, yang Loaksinya cukup jauh dari Kota Kendari.
Hal yang sama, tentu saja terjadi pada saya. Seusai sarapan pagi, saya pamit sama saudara bahwa hari ini saya akan pergi rekreasi bersama teman-teman di sebuah pulau yang bernama BOKORI. Melangkahkan kaki, melewati rumah-rumah bagus nan indah disekitar BTN tempat saya tinggal ditemani dengan bayang-bayang pemikiran yang senantiasa menemani langkah kaki walau terkadang pemikiran itu aneh, namun semua bermula dari inspirasi-inspirasi tak bermutu. Mungkin. Entahlah, kadang otak ini senantiasa berpikir tentang hal-hal aneh yang mungkin belum pernah dipikirkan orang lain. Kadang-kadang pemikiran itu benar setelah ditimbang dengan akal sehat yang jitu dan kadang pemikiran itu salah ketika dilakukan dengan terburu-buru. Walau sekali lagi, relatif. Namun tak apalah. Yang pasti saya bukanlah tipe orang yang membiarkan pemikiran ini kaku.
Kembali kealur cerita....!
Jarak antara rumah dengan Markas, tempat start menuju lokasi sekitar 1,5 km. Memilih berjalan kaki karena suasana pagi adalah suasana yang indah untuk berolahraga. Walaupun perjalanan pagi saya tidak bisa dikatakan olahraga, namun itu sudah cukup bagi saya untuk menghilangkan rasa ngantuk yang masih menyerang dipagi hari karena malam harinya tidur sekitar pukul 2 dini hari. Sekitar beberapa puluh meter kaki melangkah, rupanya ada seorang ikhwah yang berhenti disamping saya dan mengajak untuk bonceng dikendaraanya. Dengan senang hati, kuterima tawaran itu. Beberapa menit kemudian, sampailah saya di tempat dimana start menuju lokasi berada. Rupanya, baru beberapa ikhwan yang datang. Dan Alhamdulillah, saya tidak terlambat. Beberapa aktivitas berlangsung sebelum perjalanan dimulai. Mulai dari kembali ke kamar lama untuk mengambil pakaian mandi, membeli roti dan minuman untuk bekal serta hal-hal lain yang tidak terlalu penting untuk di muat dipostingan ini.
Sekitar pukul 07.40, mobil Kijang yang saya tumpangi mulai berjalan perlahan-lahan. Ditemani dengan deru-deru kendaraan lain yang lalu lalang menjalankan aktivitasnya.
Bersambung...


0 komentar:
Poskan Komentar