7.11.2009

Sederhana belum Tentu Menurut Semua Orang

Beberapa pekan yang lalu, saya mendapatkan sebuah surat permohonan dari seorang teman yang juga seorang ketua himpunan pada salah satu program studi di FMIPA Unhalu. Surat permohonan itu berisi tentang permintaan agar saya memberikan Materi Pelatihan Komputer dan Teknologi Informasi untuk Tenaga Pengajar Se-Kota Kendari. Tentu saja, dengan senang hati saya menerima permohonan itu karena ini adalah sebuah kesempatan yang sangat berharga. Akan sangat susah bagi saya untuk mendapatkan kesempatan seperti ini untuk kedua kalinya. Dalam lampiran surat itu terlihat jadwal Materi. Dan ternyata, saya mendapatkan materi Equation di Microsoft Word 2007. Termasuk didalamnya dasar-dasar Microsoft Word 2007. Walaupun saya hanya mendapatkan materi untuk Guru-guru SD, namun hal itu bukanlah sebuah masalah karena materinya cukup dikuasai. Juga karena saya menganggap materi ini merupakan materi baru buat guru-guru SD. Apalagi Microsoft Office 2007 bagi Guru SD sepertinya adalah sesuatu yang baru. Saya mendapatkan jadwal sebanyak dua kali.
Beberapa hari kemudian, saya mendapatkan informasi bahwa Pelatihan sepertinya akan diundur karena peserta masih sangat sedikit. Apalagi rencana kegiatan itu adalah sehari setelah Pemilihan Presiden RI. Tentu saja, akan sangat sulit untuk mendapatkan peserta sesuai dengan yang ditargetkan.
Mendengar informasi ini, akhirnya jadwal pembuatan handoutpun menjadi tertunda. Sibuk dengan aktivitas lain walau aktifitas itu sederhana. Padahal, informasi lain yang saya peroleh dari panitia bahwa handout paling tidak masuk kepanitia untuk di perbanyak adalah dua hari sebelum acara dimulai. Karena saya tidak mendapatkan kejelasan waktu dari panitia, maka saya belum membuat materi itu. Namun karena sebuah tuntunan, maka materi itu dibuat 2 hari sebelum acara dimulai.
Rupanya, panitia memiliki cara tersendiri untuk menggaet peserta. Alhasil, peserta kegiatan pelatihan itu sekitar 40 orang lebih. Sehari sebelum acara dimulai, saya mendapatkan pesan singkat dari panitia (SMS) bahwa mereka akan bertemu dengan pada malam hari. Saya tidak menjawab pesan itu karena saya tidak memiliki pulsa. Sore harinya saya menuju ke kampus karena ada seorang teman yang meminta tolong untuk dibuatkan sebuah web sederhana dengan menggunakan software eXe. Dan ternyata, anggapan saya tentang web yang sangat sederhana itu merupakan sebuah kesalahan karena sesederhana apapun itu, jika tidak dibuat tidak akan menghasilkan apa-apa. Dan ini berarti teman tidak akan mendapatkan nilai ujian final.
Malam harinya, saya bertemu dengan panitia. Setelah mendapatkan laporan kenyataan yang ada beberapa saat, panitia mengatakan bahwa untuk kami (dari kalangan mahasiswa dan senior) yang mendapatkan materi dijadwal sebelumnya akan dijadikan sebagai pendamping. Mendampingi materi dari Bapak dan Ibu Dosen yang tentu saja sudah bergelar Master dan bahkan ada seorang Doktor. Menanggapi masalah ini, maka saya mengatakan jikalau itu kenyataanya, maka tak apa-apa. Cerita tentang materipun berlanjut sampai pada sebuah informasi bahwa panitia belum mengkonfirmasi salah seorang pemateri tentang kesediaanya. Kebetulan, materinya sama dengan materi saya sebelumnya. Panitia mengatakan, jikalau pemateri tidak bersedia, maka antum (saya) sebagai penggantinya. Malam itu, kami mencoba menghubungi pemateri dan ternyata beliau sedang berada dikampung. Akhirnya, kesimpulan yang ada bahwa materi untuk microsoft Word adalah saya.
Pada malam harinya, tidak ada persiapan khusus yang saya lakukan karena ketika sampai dirumah ternyata Laptop kesayangan sedang dibawa oleh sang adik ke kamar temannya. Tapi tak masalah karena materi yang akan diajarkan sudah sering dilakukan. Rencana untuk cepat tidur karena lelah rupanya tidak jadi karena bercerita lewat SMS dengan seorang teman sampai pukul 1 malam. Lumayan, sampe larut.
Esok harinya, pikiran ini sudah mulai terganggu karena pemikiran akan sederhananya materi yang akan saya sampaikan. Apakah materi ini merupakan materi yang baru buat peserta ataukah mereka sudah terbiasa melakukannya? lantas bagaimana kira-kira jadinya ketika ternyata peserta lebih banyak tahu tentang materi dan akan mengatakan kalau pematerinya tidak berbobot?.
Sekitar pukul 09.30, materipun dimulai. Materi-materi yang kami buat adalah materi yang sangat sederhana karena bagi mereka yang telah lama bergaul dengan komputer bukanlah sesuatu yang asing. Akan tetapi, kenyataan yang terjadi bukanlah seperti apa yang pernah saya bayangkan. Betapa tidak, ternyata masih banyak diantara peserta yang masih harus benar-benar diarahkan karena mereka tidak mengetahuinya. Sampai beberapa saat lamanya, ternyata mereka benar-benar harus bertanya tentang apa yang harus dilakukan walaupun sudah cukup dijelaskan materinya dengan jelas. Sampai materi berakhir, pertanyaan-pertanyaan itu terus berlanjut.
Ternyata, banyak hal yang dianggap sederhana belum tentu itu adalah sesuatu yang sederhana karena anggapan sederhana menurut seseorang belum tentu itu adalah hal yang sederhana menurut orang lain.

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com