Waktu terus bergulir. Hari-hari kemarin telah terlewatkan. Dan saat kemarin itu, tidak akan mungkin kembali lagi. Masa lalu hanya meninggalkan kenangan. Entah kenangan itu baik, maupun kenangan itu buruk. Yang pasti, setiap orang memiliki masa lalu yang penuh dengan certia. Ada saat dimana kenangan itu indah. Dan ada saat dimana masa lalu terlewatkan dengan kenangan-kenangan suram. Bergembiralah mereka yang melewati masa lalunya dengan baik. Karena mereka telah menuai benih-benih kebaikan yang dahulu mereka semai. Mereka tinggal menikmati buah-buah yang dihasilkan oleh benih yang mereka semaikan. Tidak ada gundah gulana dalam diri mereka. Yang ada adalah senyum yang senantiasa tersungging dibibir mereka. Investasi masa depan telah ada untuk mereka. Roman muka yang bercahaya terlihat tatkala menyaksikan wajah-wajah mereka. Mereka tidak menyesal dengan datangnya hari tua.
Keadaan yang sangat lain diperlihatkan oleh mereka yang santai dimasa mudanya. Mereka meninggalkan sejarah kelabu. Kenangan pahit menjadi cacatan harian sejarah hidup mereka.
Wajah-wajah kusam nampak di roman muka mereka akibat kesedihan yang begitu mendalam. Akibat tidak ada benih yang disemai di kebun yang sangat luas, maka merekapun tidak dapat menuai hasil. Akhirnya, langkah menjadi gontai. Lesu, lemah menjadi bagian dalam keseharian mereka. Kereta telah jauh meninggalkan mereka. Masih dapatkah mereka mengejar kereta itu? Pertanyaan-pertanyaan ini senantiasa membayangi benak mereka. Sehingga mereka menjadi kurus. Inilah penyesalan atas kesia-siaan yang telah mereka lakukan. Akhirnya, apa yang mereka ragukan dimasa lalu kini telah mereka dapatkan. Dan memang, kenyataan yang diragukan oleh yang lemah akal itu, pasti akan datang. Tanpa perduli apakah mereka menginginkannya atau tidak. Dan inipun telah didapatkan oleh mereka yang memanfaatkan waktu dengan sia-sia. menganggur. Tidak ada amal untuk dunia, juga tidak ada amal untuk akhirat.
Maka menjadi sebuah hal yang mesti dilakukan saat dimana masa lalu suram dilewati dengan kesia-siaab adalah memperbaiki diri. Bertaubat kepada Allah karena tidak memanfaatkan dengan baik nikmat-nikmat yang diberikan itu. Dari pada menyesali kenangan buruk itu, mending memperbaiki diri dikala masih bisa berbuat. Memanfaatkan hari-hari yang didapatkan saat ini dengan hal-hal yang baik. Memulai menanam benih disaat ini. Karena selama waktu saat ini masih didapatkan, dan karena paham bahwa saat ini adalah saat dimana berada didalamnya, berarti menjadi milik. Maka apa yang kita miliki disela-sela waktu yang tidak terlalu lama ini jangan diisi dengan mengingat kenangan-kenangan suram dimasa lalu. Cukuplah dia hilang bersama dengan hilangnya sang waktu. Pikirkanlah apa yang mesti dilakukan hari ini dengan menyemai benih kebaikan sebanyak-banyaknya. Juga jangan lupa untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi hari esok dengan ilmu. Karena ilmu dapat menjadi penolong atas kelemahan dan kekurangan dihari esok. Duri-duri yang menghalangi dapat terlewatkan dengan ilmu yang baik. Mudah-mudahan kenangan-kenangan buruk itu terlupakan dan diganti dengan kenangan baik yang akan dilewati hari ini. Seperti mereka yang telah menuai benih yang mereka tanam dahulu. Semoga bermanfaat
Keadaan yang sangat lain diperlihatkan oleh mereka yang santai dimasa mudanya. Mereka meninggalkan sejarah kelabu. Kenangan pahit menjadi cacatan harian sejarah hidup mereka.
Wajah-wajah kusam nampak di roman muka mereka akibat kesedihan yang begitu mendalam. Akibat tidak ada benih yang disemai di kebun yang sangat luas, maka merekapun tidak dapat menuai hasil. Akhirnya, langkah menjadi gontai. Lesu, lemah menjadi bagian dalam keseharian mereka. Kereta telah jauh meninggalkan mereka. Masih dapatkah mereka mengejar kereta itu? Pertanyaan-pertanyaan ini senantiasa membayangi benak mereka. Sehingga mereka menjadi kurus. Inilah penyesalan atas kesia-siaan yang telah mereka lakukan. Akhirnya, apa yang mereka ragukan dimasa lalu kini telah mereka dapatkan. Dan memang, kenyataan yang diragukan oleh yang lemah akal itu, pasti akan datang. Tanpa perduli apakah mereka menginginkannya atau tidak. Dan inipun telah didapatkan oleh mereka yang memanfaatkan waktu dengan sia-sia. menganggur. Tidak ada amal untuk dunia, juga tidak ada amal untuk akhirat.
Maka menjadi sebuah hal yang mesti dilakukan saat dimana masa lalu suram dilewati dengan kesia-siaab adalah memperbaiki diri. Bertaubat kepada Allah karena tidak memanfaatkan dengan baik nikmat-nikmat yang diberikan itu. Dari pada menyesali kenangan buruk itu, mending memperbaiki diri dikala masih bisa berbuat. Memanfaatkan hari-hari yang didapatkan saat ini dengan hal-hal yang baik. Memulai menanam benih disaat ini. Karena selama waktu saat ini masih didapatkan, dan karena paham bahwa saat ini adalah saat dimana berada didalamnya, berarti menjadi milik. Maka apa yang kita miliki disela-sela waktu yang tidak terlalu lama ini jangan diisi dengan mengingat kenangan-kenangan suram dimasa lalu. Cukuplah dia hilang bersama dengan hilangnya sang waktu. Pikirkanlah apa yang mesti dilakukan hari ini dengan menyemai benih kebaikan sebanyak-banyaknya. Juga jangan lupa untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi hari esok dengan ilmu. Karena ilmu dapat menjadi penolong atas kelemahan dan kekurangan dihari esok. Duri-duri yang menghalangi dapat terlewatkan dengan ilmu yang baik. Mudah-mudahan kenangan-kenangan buruk itu terlupakan dan diganti dengan kenangan baik yang akan dilewati hari ini. Seperti mereka yang telah menuai benih yang mereka tanam dahulu. Semoga bermanfaat


0 komentar:
Posting Komentar