Hadits yang mulia ini, memberikan petunjuk kepada manusia bagaimana dia itu berteman. Anjuran agar seorang muslim memperhatikan pergaulannya kepada manusia yang lain. Karena teman itu, sangat memberikan pengaruh kepada pergaulan seseorang. Seseorang, yang memiliki agama yang bagus atau tidak bagus itu sangat erat hubungannya dengan kepada siapa dia berteman. Jika dia berteman dengan orang yang baik agamanya, niscaya dia juga akan baik agamanya. Sebaliknya, jika dia berteman dengan orang yang memiliki agama yag buruk, maka kemungkinan dia memiliki agama yang buruk itu sangat besar. Hal ini juga telah digambarkan oleh rasulullah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dimana Rasulullah bersabda: ''Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau hanya akan mencium aroma harumnya itu. Sedangkan peniup api pandai besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap.'' (HR Bukhari).
Keterangan-keterangan yang cukup lugas dan jelas dari Rasulullah ini tentu saja memberikan pelajaran yang cukup besar kepada kita untuk selektif dalam memilih atau mencari seorang teman. Sehingga kita akan terhindar dari hal-hal yang buruk akibat pengaruh teman yang buruk dan mendapatkan manfaat dari hasil pertemanan dengan orang yang baik.
Adapun, tipe teman itu ada tiga:
1. Teman seperti udara.
Oksigen, tidak lepas dari kehidupan manusia. Selalu ada entah itu kita butuhkan atau tidak kita butuhkan. Sehingga, dalam setiap langkah kehidupannya, detik atau menit atau jamnya, tidak lepas dari kebutuhan akan udara. Apabila tidak ada udara, maka dia bisa mati. Demikian jugalah dalam berteman. Sebaik-baik teman adalah seorang yang selalu ada dalam keseharian dan setiap langkah-langkah kita entah itu kita butuhkan atau tidak kita butuhkan. Dia selalu menyampaikan kebaikan kepada kita. Dia tidak pernah berhenti untuk mengingatkan kita agar menjauhi kemaksiatan. Dia selalu mengajak kita untuk selalu berada dalam koridor-koridor yang telah ditetapkan oleh Allah. Keberadaanya selalu membawa kebaikan dan manfaat dunia akhirat buat kita sebagaimana udara yang kita hirup selalu kita butuhkan. Jauh darinya juga merupakan sebuah musibah.
2. Teman seperti Obat
Sebagaimana obat, kita butuhkan tatkala kita mendapatkan penyakit. Dia datang tatkala kita membutuhkannya. Jika kita tidak mengkonsumsi obat itu, maka kemungkinan besar penyakit akan parah itu ada. Demikian jugalah teman seperti obat. Dia selalu ada manakala kita membutuhkannya. Keberadaannya disisi membawa kabaikan kepada kita. Teman yang baik adalah tatkala kita meminta nasehat kepadanya maka dia memberikan nasehat itu. Dia menjadi penyejuk jiwa dengan untaian-untaian nasehatnya tatkala kita membutuhkan.
3. Teman seperti Penyakit
Sebagaimana penyakit, penyakit adalah sesuatu yang tidak kita butuhkan. Keberadaannya membawa sengsara. Membuat badan tidak bisa bergerak. Demikian juga tipe teman yang buruk. Dia seperti penyakit. Keberadaannya disekitar membuat kita rusak dan hancur. Tidak ada kebaikan yang dibawanya. Yang ada hanyalah maksiat. Kita berada disisinya, tidak bisa lepas dari maksiat yang dilakukannya. Kitapun dapat terjerumus kepada kemaksiatan yang dibawanya.
Itulah tipe-tipe teman. Tinggal kemudian intropeksi diri, saat ini kepada siapa kita berteman. Orang yang baik atau orang yang buruk. Dan juga kita intropeksi diri tatkala kita berteman, tipe seperti apakah kita didalamnya? Apakah kita seperti udara, seperti obat atau seperti penyakit.

